UPDATE NEWS

Selasa, 23 April 2013

Original Light Novel : Evolution of the World (BAB 1)


BAB 1
Taring Kegelapan

Terdengar beberapa ledakan terjadi. Dan sekali lagi sebuah lendir dengan kecepatan yang sangat tinggi datang bertubi-tubi ke arahku. Sambil menghindari serangan lendir mematikan itu, akupun dengan cepat melompati pohon-pohon di sekitarku agar bisa melihat ular raksasa itu dengan jelas dari untuk menghabisinya dengan satu gerakan, dan saat aku berada di udara, akupun melihat dengan jelas tubuh dan gerakan ular itu. Dan tanpa ampun, aku pun membalas serangan ular raksasa itu dengan satu tebasan pedangku. Dengan gerakan yang tak terlihat, ular itu pun terpotong di bagian lehernya. Seakan tidak terjadi apa-apa, aku sudah berada di belakang ular dengan pedang yang sudah terpasang di sarungku.
Walaupun terlihat itu adalah musuh yang tangguh, namun itu bukanlah musuh yang terlalu sulit bagiku. Karena inilah pekerjaan harianku. Membunuh para monster yang bisa membahayakan manusia.
“Apakah kamu baik-baik saja???” Tanyaku pada Rosi yang dari tadi bersembunyi dari balik pohon besar.
“Yap. .aku baik-baik saja.”
“Sukurlah. .ayo kita lanjutkan perjalanan kita,” jawabku sambil berbalik dan segera mengambil langkah ke depan.
“hmmm. .” angguk Rosi pelan.
Aku sendiri adalah seorang hunter. hunter menurut ku sendiri adalah orang yang memiliki kemampuan bertarung melawan para monster-monster yang membahayakan kehidupan manusia. Walaupun tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama dengan ku tentang apa hunter itu sendiri.
Monster-monster itu sendiri sebenarnya dulu bukanlah sebuah monster. Namun, karena tragedi bom evolusi pada tahun 2016, menyebabkan dunia berubah dengan sangat cepat. Menyebabkan semua mahkluk hidup mengalami evolusi yang sangat cepat. Sehingga bumi pun tidak sama lagi seperti dulu, bahkan di dominasi oleh hutan-hutan yang berisi mahkluk buas. Karena itulah, harus ada orang yang melawan para monster-monster itu. Dan untuk itulah aku berada di sini.
“Hei, Arief. .kita mau kemana sekarang??”
“Entahlah, tapi menurut peta satelit, di dekat sini ada sebuah Kota. Lagian di sekitar sini adalah kampung halamanku.”
“Huah. .sukurlah.”
“Memang kenapa??”
“nggak apa-apa, aku cuma sedikit lelah.”
Terlihat muka Rosi sudah agak pucat, mungkin karena hari ini kami tidak ada beristirahat seharian penuh.
“Mau istirahat untuk minum???” tanyaku sambil menyodorkan sebotol air.
 “hemmm. . .” Angguk Rosi pelan.
Kemudian kami pun beristirahat di bawah pohon yang besar. Terasa sangat nyaman, namun kami tidak bisa lengah karena di sini masih wilayah hutan yang sangat berbahaya. Hutan yang tidak ada di huni manusia menjadi tempat hidup para hewan-hewan buas yang membahayakan manusia.
“Awas. . .”
Sebuah serangan tiba-tiba datang dari atas pohon menyerang kami dengan sangat cepat. Dengan Refleks yang sangat cepat, akupun bergerak sambil memanggul Rosi.
“Apa itu???”
Terlihat dari tempat kami semula tertancap benda seperti pisau.
“Siapa itu???”
Tanpa ada jawaban, sekali lagi datang serangan seperti tadi. Dan bahkan dengan intensitas serangan lebih banyak. Aku pun menghindar dengan cepat. Karena aku memanggul Rosi, jadi agak sulit bagiku untuk bergerak. Walaupun, mudah bagiku untuk menghindarinya, namun tidak mudah bagiku untuk membalas serangan karena kedua tanganku kugunakan untuk memanggul Rosi.
Dan saat serangan kedua datang dan aku ingin menghindar, tiba-tiba benda seperti pisau itu terhenti karena serangan api yang datang dari atasku. Dan, tiba-tiba saja beberapa ekor kucing berjatuhan dari atas pohon dalam keadaan terpanggang.
“Hah, .kucing bakar???, apa maksudnya ini???”
“Arief. .”
“Kenapa Ros???”
“Kelihatannya enak. . .”
“Eeeeee. . .seleramu buruk”
“Tapi, Rief. Aku lapar”
Dan akupun hanya tersenyum ringan melihat tingkah aneh dari Rosi.
“Apakah kalian baik-baik saja???”
Terdengar suara dari balik pohon. Dan benar saja terlihat seorang pria yang terlihat mencolok dengan atribut di tubuhnya. Mungkin lebih mirip cosplayku menurutku. Di banding dengan penampilanku yang hanya berupa baju kaos yang tertutup jaket dengan celana jeans dan hanya dipersenjatai sebuah pedang di punggungku.
“Ah, iya kami baik-baik. Terima kasih.”
“Ah, sama-sama. Hutan ini memang dikuasai para kucing. Gerakan mereka di atas pohon sangat cepat dan juga mereka bisa menembakan cakar mereka. Jadi, lebih baik kalian lebih berhati-hati. Ngomong-ngomong, apa yang kalian lakukan di sini???”
“Ah, kami sekarang sedang mencari Kota terdekat. Apakah kamu tau ada di mana???”
“Benarkah??, .kebetulan aku tinggal di Kota dekat sini.”
“ Benarkah?? Kalau begitu bisa antarkan aku ke sana??”
“Tentu saja. Ayo”
“Ya. .”
Dan kemudian kami pun berjalan beriringan. Selama perjalanan terjadi beberapa percakapan antara aku dan orang yang baru ku kenal itu.
“Eh, ngomong-ngomong, namamu siapa???” tanyaku memulai pembicaraan.
“Oh, iya. Aku lupa mengenalkan diri. Namaku adalah Rosyid. Kalau kalian???”
“Namaku adalah Arief, sedangkan dia adalah Rosi.” Jawabku sambil menunjuk ke arah Rosi.
“Oh, iya. Kenapa bisa para kucing-kucing tadi begitu hebat di atas pohon. Bukannya dulu kucing takut ketinggian???”
“Yah, itu sendiri adalah efek evolusi sendiri. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada kucing-kucing itu sehingga mereka bisa seperti itu. Aku pun sendiri memiliki kekuatan api ini karena dulu aku suka nonton anime dan kebetulan tokoh utamanya memiliki kekuatan api. Selain itu, aku juga pernah mengalami luka bakar karena pekerjaanku memang rentan dengan api.”
“Memang pekerjaan apa dulu yang kamu lakukan???”
“Eh. . .apa ya. .eto. .bisa di bilang bisnis di bagian perminyakan.”
“Apa??? Wah, berarti kamu anak orang kaya ya??? Wah, enak sekali ya.”
“Eee. . .maksudku di bagian perminyakan itu SPBU.”
“Hah. . .???” Jawabku terbengong hingga tak ada kata-kata yang bisa kuucapkan.
“Ngomong-ngomong, kalian dari mana??? Mengapa bisa kalian ada berada di hutan sana??”
“Eh, kami sebenarnya berada dalam misi mencari kota yang di huni manusia.”
“Owh, begitu. Apakah kalian tim pembentuk aliansi???”
“Hah. .maksudnya???”
“Itu loh, tim yang membuat kerjasama dengan kota lain agar menjadikan keberadaan manusia menjadi lebih kuat. Aku sendiri merasakan, walaupun kami memiliki pertahanan kota yang lumayan, namun tidak di pungkiri bahwa kami juga harus bekerjasama dengan kota lain. Yah, mungkin itulah prinsip dari manusia sebagai mahkluk sosial. Masa kamu nggak tau???”
“Yah, mungkin bisa seperti itu.”
Tanpa sadar kami sudah berada depan pintu gerbang Kota. Walaupun di bilang Kota, namun terlihat itu bukan sekedar Kota biasa. Terlihat Kota itu dikelilingi pagar yang terbuat dari baja setinggi 50 meter lebih. Bahkan untuk masuk Kota itu, kita harus melewati para penjaga di pintu masuk. Untunglah kami bersama Rosyid, jadi kami bisa masuk Kota itu dengan aman.
“Hei. .cepat masuk.”
Teriak Rosyid, membuyarkan lamunan sesaatku.
Dan saat aku masuk, akupun sedikit terkejut. Karena selain di kelilingi pagar baja. Di bagian atas kota juga tertutup sesuatu yang transparan. Mungkin sejenis pelindung. Walaupun begitu kota itu terlihat natural. Mirip seperti kota tempat tinggalku dulu. Teknologi yang terlihat tidak terlalu canggih. Sama seperti pada tahun 2016. Membuatku seperti bernostalgia.
“Rosyid. . .”
Terdengar suara seorang wanita dari kejauhan sambil berlari ke arah kami.
“Eh, , Annisa. Kamu rupanya.”
“Akhirnya kamu kembali. .” Jawab Annisa sambil terengah-engah karena habis berlari.
“Emang ada apa???”
“Ada hunter yang menyerang kita. Dan mereka telah merusak pagar bagian barat. Sekarang kelompok Rian sedang melawan mereka, namun nampaknya mereka sedikit kewalahan walaupun kita menang jumlah.”
“Apa???” Tanpa menanti balasan, Rosyid pun langsung lari ke arah barat.
Dan tanpa komando Rosyid, aku pun langsung menarik tangan Rosi dan ikut berlari mengikuti Rosyid. Terlihat Annisa juga ikut berlari mengejar kami. Saat mengikuti Rosyid dari belakang, tiba-tiba saja, badan Rosyid seperti akan terbakar. Dan tiba-tiba saja terbakar dan kemudian terbang ke langit. Dan dia pun terbang ke arah barat dengan sangat cepat. Aku pun sedikit terkejut melihat itu. Walaupun aku pernah melihat pengguna api sebelumnya, namun sangat jarang ada orang yang bisa mengendalikan api dari seluruh tubuhnya. Bahkan, bisa memamfaatkan kekuatan apinya untuk menjadi boost supaya bisa terbang. Menurutku Rosyid memiliki energi evolusi yang tinggi. 
Akhirnya kami pun berhasil melihat tempat yang di maksud teman Rosyid tadi. Walaupun dari kejauhan aku pun bisa melihat, di sana terjadi pertarungan sengit. Terlihat ada lubang besar yang terbentuk pada tembok baja itu. Beberapa kali juga terlihat ledakan yang luar biasa. Aku pun segera bergegas ke arah pertempuran.
Saat aku sampai di sana, pertarungan sengit masih terjadi. Terlihat ada sekitar 12 Orang bandit dengan menggunakan baju hunter, melawan sekitar 40 orang yang merupakan bagian tim dari Rosyid. Dan sebuah tembakan laser beam mengarah ke arah Rosyid dan kawan-kawannya. Dan saat itu terlihat Rosyid mencoba menghindar dengan fireboast-nya. Namun, besarnya kekuatan tembakan itu berhasil cukup membuat benda di sekitarnya hancur bahkan ikut menyebabkan Rosyid terpental beberapa meter akibat tembakan itu walaupun sudah menghindar. Bahkan ada beberapa orang teman Rosyid ikut hancur seketika saat terkena tembakan laser beam tersebut. 
“Hei, apa yang ingin kalian lakukan di tempat kami???” Teriak Rosyid kepada sekumpulan bandit itu sambil memperbaiki kuda-kudanya yang goyah karena terpental tadi.
“Hah??? Apa yang ingin kami lakukan??? Tentu saja kami ingin menghancurkan tempat ini.”
“Apa maksudmu???”
“Yah, mungkin kau tidak tahu. Sekarang para monster sudah berevolusi sudah sangat cepat. Dan kami sebagai hunter sangat kerepotan menghadapi mereka. Karena itu kami membutuhkan kekuatan. Untuk itulah kami harus membunuh kalian semua.”
“Hah?? Alasan konyol apa itu??? Sialan kalian. Kalian pikir bisa mengalahkan kami semudah itu???”
“Hei. . hei. . kalian lihat sendiri kan tembakan yang menyebabkan kau terpental??? Itu baru setengah kekuatan dari senjata ini, dan dengan energi penuhnya bahkan bisa menghancurkan tembok pertahanan kalian ini.” Jawab salah satu bandit itu sambil membanggakan senjata yang di pegangnya.
“Senjata ini teknologi terbaru kami. Kau tahu?? Hanya kami hunter kelas A yang memiliki ini. Kalian pikir kami sulit untuk membunuh kalian semua???
Terdengar tawa dari para bandit lain menandakan kesombongan mereka.
“Hei Roy, cepat bunuh mereka semua. Kita tidak punya banyak waktu.” Terdengar salah satu bandit itu berteriak kepada hunter yang bicara dengan Rosyid.
“Sialan kalian.” Teriak Rosyid.
“Lalu kalian pikir, kalau kalian membunuh mereka, itu akan menyelesaikan masalah???”
Tanyaku memotong pembicaraan mereka. Aku yang diam dari tadi tidak bisa melakukan apa-apa, merasa jengkel atas apa yang telah dilakukan bandit itu.
“Heh. . siapa kau??? Seenaknya bicara. Apa kau ingin mati???”
“Mati??? Jangan bercanda. Kalau aku ingin mati, sudah dari dulu aku bakal mati.”
“Heh. .banyak omong juga kamu. Rasakan ini.”
Dan sebuah tembakan positron mengarah ke arah ku dengan kecepatan yang luar biasa. Dan, seketika pun ledakan terjadi menghancurkan semuanya.
“Hahahaha. . dasar mulut sampah. Kau kira bisa melawan kami, hah???”
“Kalian menyebut diri kalian hunter???” tanyaku kepada hunter itu dari belakang mereka semua. Mataku sekarang penuh dengan amarah. Sebuah kenangan buruk teringat di ingatanku, itu membuatku semakin ingin membunuh mereka. Namun, itu semua ku tahan, karena aku tahu mereka itu manusia. Teringatku akan pesan seseorang yang penting bagiku.
Semua orang terkejut saat mendengar suaraku. Gerakan tanpa suaraku, tidak biasa di rasakan siapa-siapa yang ada di situ. Bahkan, Rosyid yang melakukan fireboast saja tidak bisa menghindari secara penuh tembakan itu. Namun, dengan mudahnya aku menghindar, bahkan berdiri di belakang semua bandit hunter tersebut.
“Sejak kapan kau??? Sialan.”
Kulihat 6 orang bandit mencoba menyerangku. Mereka melakukan accel speed. Dulu aku sering melihat gerakan ini di anime yang ku tonton, bahkan aku menyukainya. Namun, melihat ini di dunia nyata. Ini membuatku merasa sakit. Namun, accel speed –gerakan yang bisa mempercepat gerakan- tidak bisa mengalahkan invisible moveku –dasarnya dari gerakan accel speed yang di kombinasikan dengan respon yang sangat tinggi, yang digunakan untuk menghindar-. Benar saja, tidak ada satupun serangan dari 6 orang itu yang mengenaiku. Melihat 6 orang teman mereka gagal, 2 orang lainnya ikut membantu. Bahkan kali ini mereka gerakan tempest move –serangan dengan kecepatan sangat tinggi hingga mampu menciptakan bayangan­­­-. Namun, tetap saja tidak ada yang mengenaiku. Melihat kegagalan 8 orang untuk mengenai ku saja, membuat para kawanan yang lain nampak gugup.
“Hei kau, bila kau berani melawan kami, maka kami akan membunuh semua orang yang di sini.” Kata Roy sang bandit sambil menodongkan senjatanya ke arah kawanan Rosyid.
Saat aku menghentikan invicible moveku. Tanpa menjawab pertanyaannya, aku malah mengambil HG –hand gadget- dari sakuku dan memainkannya dengan lincah dan cepat dan memilih menu armor transfer. Dan memasukan titik koordinatku sekarang.  

***
(Annisa)

“Hei kau, bila kau berani melawan kami, maka kami akan membunuh semua orang yang di sini.” Kata Roy sang bandit sambil menodongkan senjatanya ke arah kawanan Rosyid.
Terdengar dari jauh suara bandit itu dari tempat persembunyian kami. Aku yang daritadi terus bersama dengan teman wanita dari orang yang di bawa Rosyid mulai merasa ketakutan dan gelisah.
“hei. .hei. .suruh temanmu untuk berhenti.” Kataku pada Rosi.
Wanita yang dari tadi diam, nampak tenang. Hampir tidak ada ketakutan dari raut wajahnya. Membuatku semakin ingin marah, mengingat temannya telah membuat marah para hunter sialan itu.
“Rosyid, cepat lari dari situ. Ben, don. .kalian juga. Cepat mundur. Biarkan saja orang itu.” Teriakku. Namun, nampaknya tak bisa terdengar karena kami memang cukup jauh dari tempat pertarungan. Saat aku mencoba berlari ke sana untuk memperingatkan lagi, sebuah tangan menahan lajuku.
“Hei, tenanglah sedikit.”
Terdengar suara pelan Rosi.
“Tenang katamu???” Teriakku pada Rosi. yang dari tadi diam seribu bahasa saat melihat pertempuran sambil menarik kerah bajunya.
“Yah, tenanglah sedikit. Arief akan menyelesaikan ini dengan benar.”
“Memangnya dia siapa??? Jadi kau pikir dia bisa mengalahkan para hunter itu???”
“Tenanglah. .karena Arief sendiri adalah hunter.”
“Apa??? Jadi kalian juga bagian dari hunter sialan itu???
“Sudah ku bilang tenanglah sedikit.” Tangannya memegang tanganku, dan menurunkan tanganku yang dari tadi menarik kerah bajunya.
Suara nyaring terdengar, aku pun langsung merespon dan langsung melihat ke belakang.
 “Apa itu???”
Terlihat dari jauh sebuah tembakan ke arah Arief. Dan dari jauh aku bisa melihat dia mengangkat tangan kanannya dan tiba-tiba saja ada seperti penghalang yang menahan tembakan itu. Tanpa sempat berpikir apa itu, efek ledakan sampai juga ke arah kami. Aku dan teman lelaki itu pun ikut terpental.
“Apa itu tadi???” kataku terkejut.
“Shield.” Jawab Rosi dengan tenang.
“Apa itu??? Selain itu sejak kapan dia mengganti kostumnya???” Tanyaku yang baru sadar kalau Arief yangtelah menggunakan jubah hitam.  
“perisai teknologi terbaru dari area 12. Dia menggunakan armor. Dengan armor itu dia mampu meningkatkan energi evolusinya. Yang mana baju itu juga meningkatkan semua indera.”
“Teknologi Area 12??? Sebenarnya siapa kalian???”
“Sudah kubilang kan, kami ini adalah Hunter.”

***
(Arief)

“Armor akan dikirim dalam waktu 35 detik.” Suara dari HG terdengar dari ear-S yang kugunakan.
Waktu hitung mundur mulai bergerak. Waktu bisa di lihat di hand-S –perangkat seperti jam yang memiliki fungsi lebih multifungsi- aku pun mulai mengulur waktu dengan mulai bicara.
“halah, . .ku kira kalian orang bodoh, ternyata kalian orang-orang yang benar bodoh.”
“Apa katamu???”
Suasana semakin panas saat aku mengatakan pernyataan tadi. Orang-orang Rosyid yang tadi di dekat pertempuran, mulai sedikit-sedikit mencoba mundur menghindari pertempuran tidak terkecuali Rosyid. Di pihak lain, terlihat Roy bersiap menyiapkan senjata laser beamnya. Bahkan terlihat dia mulai menarik suatu tuas. Nampaknya dia menyetelnya di kekuatan maksimal. Mengingat tadi dia mengatakan kalau dia menyerang Rosyid dengan setengah kekuatan saja. Melihat reaksi kawan-kawannya yang juga mundur, tidak salah lagi kalau dia ingin mengeluarkan energi penuh dari laser beam tersebut. Nampaknya dampak yang di berikan laser beam itu bakal berdampak besar.
“Hei, bukannya dari awal kalian ingin membunuh mereka semua??? Mengapa kau malau mengancam ingin membunuh mereka kepada ku??? Dasar, bodoh.”
“Sialan kau, sebenarnya siapa kau???”
“Apakah penting untuk kau tahu siapa aku???
5. .4. .3. .2. .1. .0. .Armor Ready to transfer.
Terlihat dari Hand-S ku bahwa hitung mundur sudah selesai. Akupun tersenyum ringan, seperti meremehkan. Melihat senyumku yang mungkin sedikit menjengkelkan bagi dia, tanpa berkata apa-apa dia langsung menarik pelatuk dari laser beam tersebut.
Tanpa ada keraguan, aku pun langsung menekan tombol Send yang terlihat dari Hand-S ku. Dan seketika saja, ada lingkaran di atas kepalaku, kemudian turun secara cepat ke seluruh tubuhku. Mungkin butuh waktu 1 detik lingkaran itu untuk menutupi seluruh tubuhku. Dan dengan sekejap, armor hitam legam sudah terbalut di tubuhku. Armor hitam di dada ditutup dengan sebuah jubah hitam yang elegan. Mungkin terlihat seperti gaya perubahan power ranger –salah satu film kepahlawan yang terkenal-.
Sebuah tembakan laser beam mengarah ke arah ku. Tanpa ragu tembakan itu meledak di depanku. Sebuah ledakan pun terjadi. Keras sekali sampai menciptakan sebuah lubang. Melihat semua itu, para hunter itupun tertawa.
“Hahahaha. . .rasakan itu. Dasar bangsat. .beraninya kau melawan kami. Kamu kira siapa dirimu???”
“Siapa aku???” suaraku menghentikan tawa mereka semua. Seakan tidak percaya masih mendengar suaraku dengan jelas.
Dari balik debu yang tercipta dari ledakan mereka dapat melihat aku menghentikan tembakan mereka. Terlihat dari tanah yang terbentuk. Dimana bagian tanah tempat ku berpijak dan di belakangnya tidak hancur. Yang hancur Cuma di sekitarnya.
“Sialan kalian. .”
Langsung saja sekitar 11 orang hunter yang dari tadi di belakang Roy mencoba menyerangku.
“Hentikan kalian. . .” Terdengar suara Roy lantang menghentikan serangan kawan-kawannya yang mengarahku.
“Kenapa Roy??? apa kau sudah menyerah???” Tanya seorang bandit itu kepada Roy.
“Ya, kami menyerah, .maafkan perbuatan kami.” Suara lantang Roy benar-benar memecah suasana yang dari tadi tegang dan panas.
“Kenapa kau begitu cepat menyerah Roy hanya karena dia bisa menghentikan 1 tembakan laser beam kamu???”
“Hentikan kalian semua. Kita tidak bisa mengalahkan dia.”
“Memang dia siapa???”
“Dark’s Jaw. TARING KEGELAPAN ternyata itu memang benar ada” 

0 komentar:

ANDA SUKA DENGAN ISI ARTIKEL BLOG SAYA?? JANGAN LUPA UNTUK DI KOMEN, LIKE DAN FOLLOW YA. DAN INGAT, HARUS SOPAN. . .
HARAP MENULIS NAMA BILA KOMEN, AGAR KITA LEBIH SALING MENGENAL. SALAM BLOGGING. . .

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...